G-Code dan M-Code adalah dua bahasa perintah yang digunakan dalam mesin CNC (Computer Numerical Control) untuk mengontrol gerakan dan operasi mesin. G-Code dan M-Code adalah bahasa universal yang digunakan dalam mesin CNC dari berbagai merek dan model. Dalam bab ini, kita akan membahas pengenalan G-Code dan M-Code, format dan sintaksis G-Code, sintaksis M-Code dan penggunaan umum, serta perintah-perintah khusus dalam G-Code dan M-Code.
Pengenalan G-Code dan M-Code
G-Code adalah bahasa perintah yang digunakan untuk mengontrol gerakan mesin CNC. G-Code memberikan instruksi tentang arah, kecepatan, dan jarak yang harus ditempuh oleh mesin dalam proses pemotongan atau pengukiran. G-Code juga dapat digunakan untuk mengatur parameter seperti posisi meja kerja, kecepatan spindle, dan alat pemotong yang digunakan.
M-Code adalah bahasa perintah yang digunakan untuk mengontrol operasi mesin CNC. M-Code memberikan instruksi tentang operasi mesin seperti memulai atau menghentikan spindle, mengubah alat pemotong, atau mengatur pembilasan pendingin. M-Code juga dapat digunakan untuk mengatur parameter seperti suhu atau tekanan.
Format dan Sintaksis G-Code
G-Code menggunakan format yang terdiri dari huruf G (kode gerakan), huruf X, Y, Z (koordinat), dan huruf F (kecepatan pemotongan). Format yang paling umum adalah G01, X, Y, Z, F. G01 menunjukkan gerakan linear, X, Y, dan Z menunjukkan koordinat, dan F menunjukkan kecepatan pemotongan.
Contoh penggunaan G-Code adalah G01 X20 Y30 Z10 F500, yang berarti gerakan linear ke posisi X20, Y30, Z10 dengan kecepatan pemotongan 500. G-Code memiliki banyak kode gerakan yang berbeda, seperti G00 (gerakan cepat), G02 (gerakan melingkar searah jarum jam), G03 (gerakan melingkar berlawanan arah jarum jam), dan lain-lain.
Selain kode gerakan, G-Code juga memiliki kode non-gerakan yang digunakan untuk mengatur parameter atau melakukan operasi khusus. Beberapa contoh kode non-gerakan adalah:
G20/G21: Mengatur unit pengukuran dalam inci atau milimeter.G28: Mengembalikan mesin ke titik nol.G90/G91: Mengatur mode absolut atau mode inkremental.
Sintaksis M-Code dan Penggunaan Umum
Sintaksis dasar M-Code adalah huruf M dan nomor kode. Nomor kode menunjukkan operasi mesin yang akan dilakukan, seperti memulai atau menghentikan spindle, mengubah alat pemotong, atau mengatur pembilasan pendingin.
Contoh penggunaan M-Code adalah M03, yang menunjukkan memulai spindle dalam arah searah jarum jam. M05 menunjukkan menghentikan spindle. M-Code memiliki banyak nomor kode yang berbeda, seperti M06 (mengubah alat pemotong), M08 (menghidupkan pendingin), M09 (mematikan pendingin), dan lain-lain.
Selain nomor kode, M-Code juga dapat memiliki parameter tambahan yang digunakan untuk mengatur operasi mesin. Contoh parameter tambahan adalah:
M03 S3000: Memulai spindle dalam arah searah jarum jam dengan kecepatan 3000 rpm.M06 T02: Mengubah alat pemotong menjadi alat pemotong nomor 2.M08 P100: Menghidupkan sistem pendingin dengan tekanan 100 psi.
Perintah-perintah Khusus dalam G-Code dan M-Code
Selain format dan sintaksis dasar, G-Code dan M-Code juga memiliki perintah-perintah khusus yang dapat digunakan untuk mengatur parameter atau melakukan operasi khusus.
Beberapa perintah khusus dalam G-Code adalah:
G00: Gerakan cepat ke posisi koordinat tertentu tanpa memotong benda kerja.G02/G03:Gerakan melingkar searah / berlawanan arah jarum jam.G04: Penundaan waktu dalam detik.G20/ G21: Mengatur unit pengukuran dalam inci atau milimeter.G28: Mengembalikan mesin ke titik nol.G90/G91: Mengatur mode absolut atau mode inkremental.
Beberapa perintah khusus dalam M-Code adalah:
M06: Mengubah alat pemotong.M08/M09: Menghidupkan / mematikan sistem pendingin.M30: Stop program dan kembali ke awal program.M98/M99: Memanggil subrutin atau program lain.
Tabel Fungsi G-Code dan M-Code
Berikut adalah tabel yang memuat beberapa kode G-Code dan M-Code dasar beserta fungsi dan contoh penggunaannya:
| Kode | Fungsi | Contoh |
|---|---|---|
G00 | Gerakan linear cepat ke posisi koordinat tertentu tanpa memotong benda kerja. | G00 X20 Y30 Z10 |
G01 | Gerakan linear ke posisi koordinat tertentu. | G01 X20 Y30 Z10 F500 |
G02 | Gerakan melingkar searah jarum jam. | G02 X20 Y30 I10 J5 |
G03 | Gerakan melingkar berlawanan arah jarum jam. | G03 X20 Y30 I10 J5 |
G04 | Penundaan waktu dalam detik. | G04 P500 |
G20 | Mengatur unit pengukuran dalam inci. | G20 |
G21 | Mengatur unit pengukuran dalam milimeter. | G21 |
G28 | Mengembalikan mesin ke titik nol. | G28 X Y Z |
G90 | Mengatur mode absolut. | G90 |
G91 | Mengatur mode inkremental. | G91 |
M03 | Memulai spindle dalam arah searah jarum jam. | M03 S3000 |
M05 | Menghentikan spindle. | M05 |
M06 | Mengubah alat pemotong. | M06 T02 |
M08 | Menghidupkan sistem pendingin. | M08 P100 |
M09 | Mematikan sistem pendingin. | M09 |
| M30 | Stop program dan kembali ke awal program. | M30 |
| M98 | Memanggil subrutin atau program lain. | M98 P100 |
| M99 | Kembali ke program utama setelah memanggil subrutin. | M99 |
Kesimpulan
G-Code dan M-Code adalah bahasa perintah yang digunakan dalam mesin CNC untuk mengontrol gerakan dan operasi mesin. G-Code digunakan untuk mengontrol gerakan mesin, sedangkan M-Code digunakan untuk mengontrol operasi mesin. Kedua bahasa perintah ini memiliki format dan sintaksis yang berbeda, serta perintah-perintah khusus yang dapat digunakan untuk mengatur parameter atau melakukan operasi khusus. Dalam memahami G-Code dan M-Code, penting untuk memahami format dan sintaksis dasar serta perintah-perintah khusus yang dapat digunakan dalam mesin CNC. Dengan pemahaman yang baik tentang G-Code dan M-Code, pengguna mesin CNC dapat mengoperasikan mesin dengan lebih efisien dan efektif.